PERTANYAAN ORANG KAFIR DAN JAWABAN #16


Jika kita membuka facebook, forum dan blog di internet, biasanya selalu ada orang kafir yang menghina Islam atau bertanya sesuatu tentang Islam. Untuk itu kami merangkum sedikit jawaban apa yang mereka hinakan / tanyakan. Dan sebelumnya kami minta maaf tidak bisa menulis panjang lebar, sebab situasi dan kondisi kami juga bekerja. Untuk berbagai pertanyaan dan jawaban bisa baca di bawah ini:

KENAPA ALQURAN BANYAK AYAT PEPERANGAN?

SALAH BESAR KALAU ISLAM DAN ALQUR’AN BANYAK PEPERANGAN.

Syariat Islam turun bukan dengan tujuan untuk membunuh manusia dan menghilangkan nyawanya. Sebaliknya, tujuannya adalah untuk menjadi rahmat bagi alam semesta. Dalam syariat Islam, orang kafir berhak hidup damai dengan umat Islam. Dan tidaklah ajaran Islam ini diturunkan, kecuali untuk dijadikan petunjuk bagi mereka yang mau. Sedangkan mereka yang tidak mau mengikuti petunjuk dari Allah, tentu saja tidak ada paksaan, tidak perlu dimusuhi dan tidak perlu diperangi.

Tugas kita sekedar mengajak dan berdakwah. Mau masuk Islam syukur, tidak mau juga tidak apa-apa. Tapi Islam juga tidak selalu diam saja jika di musuhi orang kafir dan musrik. Maka jika di serang atau di bunuh lebih dulu, maka harus bertahan dan melawan musuhnya. Allah Swt berfirman:

وَقَاتِلُواْ الْمُشْرِكِينَ كَآفَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَآفَّةً

“Dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya”. (QS. At-Taubah : 36) ✔✔✔


APAKAH RUPA ALLAH SEPERTI RUPA MANUSIA?

Allah tidak serupa dengan apapun !!!

Maka jangan samakan Dia dengan makhluk-Nya.. Allah ta’ala berfirman tentang diri-Nya,

لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ البَصِيرُ

“Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan-Nya, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat”. (QS. Asy-Syuura: 11)

وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ

“Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia”. (Al Ikhlas:4)

Dan Dia Maha Melihat. Padahal makhlukpun melihat. Tapi penglihatan Allah tidak serupa dengan penglihatan makhkuk-Nya. Dia Maha mendengar. Padahal makhlukpun mendengar. Tapi pendengaran Allah tidak serupa dengan pendengaran makhluk-Nya.

Demikianlah seluruh sifat Allah. Tidak serupa dengan sifat makhluk-Nya. Allah beristiwa di atas Arasy-Nya. Namun istiwa yang tidak sama dengan istiwa makhluk-Nya. Tidak berkonsekwensi membutuhkan tempat atau arah. Karena istiwa Allah berbeda dengan makhluk-Nya ✔✔✔


BAGAIMANA TENTANG ENTITAS YESUS?

Kalau entitas Yesus = Tuhan dan Tuhan = Yesus.

Kenapa waktu mau disalib, dia teriak-teriak:
1. Tuhan... Tuhan kenapa engkau tinggalkan Aku. (Sejatinya Kalo Yesus = Tuhan, masa Tuhan teriak sama Tuhan dan meminta tolong jangan tinggalkan, kalo Yesus = Tuhan pasti dia punya kuasa untuk menaklukkan orang-orang yang mau menyalibnya.

2. Kalo Yesus = Tuhan, kenapa dia teriak "Aku Haus", mana ada Tuhan merasa HAUS.

Ga ada sejarahnya Tuhan makan atau minum, kalo dia haus terus ada yang kasih minum, masa Tuhan meminta minum pada hambanya ✔✔✔


KENAPA KEDUA TANGAN ALLAH KANAN SEMUA?

ORANG KAFIR BINGUNG MENGGAMBAR ALLAH !!!

Mungkin orang kafir membaca hadist ini, tapi bingung mengartikannya. Tenang saja sebab kedua tangan Allah kanan semua. Rasulullah bersabda:

وَكِلْتَا يَدَيْهِ يَمِينٌ

………“kedua tangan Allah kanan”. (HR. Muslim)

Apa makna “kedua tangan” Allah kanan semua? Tentu saja bukan seperti bayangan para ahli bid’ah mujassimah yang mengira Allah punya dua organ tangan di sebelah kanan semua. Maha Suci Allah dari bayangan bathil mereka. Padahal maksudnya adalah seperti berikut ini:

وَإِنَّمَا أَرَادَ بِذَلِكَ مَعْنَى التَّمَامِ وَالْكَمَالِ، لِأَنَّ كُلَّ شَيْءٍ؛ فَمَيَاسِرُهُ تَنْقُصُ عَنْ مَيَامِنِهِ فِي الْقُوَّةِ وَالْبَطْشِ وَالتَّمَامِ. وَكَانَتِ الْعَرَبُ تُحِبُّ التَّيَامُنَ، وَتَكْرَهُ التَّيَاسُرِ، لِمَا فِي الْيَمِينِ مِنَ التَّمَامِ، وَفِي الْيَسَارِ مِنَ النَّقْصِ، وَلِذَلِكَ قَالُوا: “الْيُمْنُ وَالشُّؤْمُ”.

“Sesungguhnya yang dikehendaki dari itu adalah makna kesempurnaan sebab segala sesuatu itu kirinya lebih kurang dari kanannya dalam segi kekuatan, genggaman dan kesempurnaan. Orang Arab suka menggunakan kanan dan tidak suka menggunakan kiri sebab di kanan ada kesempurnaan sedangkan di kiri ada kekurangan. Karena itulah, mereka berkata “kanan (keberuntungan) dan kiri kesialan”.

Itu artinya Allah sangat peduli pada hambanya dan pemberiannya melimpah. Ia tidak memberi setengah-setengah atau biasa-biasa saja tetapi Allah Maha Pemurah. Sebab itu tak perlu kita putus asa dari rahmat Allah ✔✔✔


APA BENAR NABI MUHAMMAD DIKERUMUNI JIN?

Nabi Muhammad Saw memang di kerumuni jin, tapi jin tersebut mau belajar Alqur’an dan Islam. Jadi sudah jelas di awal surah Al Jinn ini dijelaskan tentang dakwah Nabi Muhammad dengan Al-Quran merupakan kitab suci yang amat mengagumkan dari segala aspek kehidupan.

قُلْ اُوْحِيَ اِلَيَّ اَنَّهُ اسْتَمَعَ نَفَرٌ مِّنَ الْجِنِّ فَقَالُوْٓا اِنَّا سَمِعْنَا قُرْاٰنًا عَجَبًاۙ ۝١

Katakanlah (Nabi Muhammad), “Telah diwahyukan kepadaku bahwa sekumpulan jin telah mendengarkan (Al-Qur’an yang kubaca).” Lalu, mereka berkata, “Kami telah mendengarkan bacaan yang menakjubkan,

يَّهْدِيْٓ اِلَى الرُّشْدِ فَاٰمَنَّا بِهٖۗ وَلَنْ نُّشْرِكَ بِرَبِّنَآ اَحَدًاۖ ۝٢

Yang memberi petunjuk kepada kebenaran, sehingga kami pun beriman padanya dan tidak akan mempersekutukan sesuatu pun dengan Tuhan kami. Telah diwahyukan kepada nabi Muhammad melalui Jibril, bahwa sekumpulan jin telah mendengarkan bacaan Al-Quran, lalu para jin berkata bahwa telah mendengarkan bacaan yang menakjubkan sehingga golongan jin beriman pada Allah.

Dan sejak saat itu mereka tidak akan mempersekutukan sesuatu pun mengenai Allah, karena hal tersebut adalah perbuatan yang sangat dibenci Allah. Jadi sangat jelas sekali bahwa Allah menciptakan Jin dan Manusia untuk menyebah Allah:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ

“Tidaklah Aku (Allah) menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku”. (Qs. Adz-Dzariyat: 56) ✔✔✔


-------------

Jika Anda tidak ada kesempatan untuk membacanya, kabarkan informasi ini kepada saudara, teman, sahabat atau para tetangga, barang kali informasi ini berguna untuk meraih kebahagiaan akhirat.