PERTANYAAN ORANG KAFIR DAN JAWABAN #17


Jika kita membuka facebook, forum dan blog di internet, biasanya selalu ada orang kafir yang menghina Islam atau bertanya sesuatu tentang Islam. Untuk itu kami merangkum sedikit jawaban apa yang mereka hinakan / tanyakan. Dan sebelumnya kami minta maaf tidak bisa menulis panjang lebar, sebab situasi dan kondisi kami juga bekerja. Untuk berbagai pertanyaan dan jawaban bisa baca di bawah ini:

BANYAK YANG BERTANYA, BID'AH ITU APA?

BAGI YANG BELUM PAHAM BID'AH, SILAHKAN BACA INI !!!

Perlu di ketahui bid'ah itu adalah suatu ibadah yang di buat-buat tanpa ada contoh dari Rasulullah Saw, contoh: mentahlilkan orang mati dari 3 - 1000 hari, memberi sajen pada danyang, dll. Semua itu menyimpang. Karena berhubungan dengan ibadah. Beda lagi kalau pakai mobil, hp, pengeras suara, radio, perahu, pesawat, dll itu di bolehkan sebab bukan urusan ibadah tapi urusan duniawi. Makanya Rasulullah Saw bersabda:

مَنْ أَحْدَثَ فِى أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ

“Barangsiapa yang membuat perkara baru (أَحْدَثَ) dalam urusan (agama) kami ini yang bukan dari ajarannya, maka perkara tersebut tertolak.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Dalil lain bahwa ‘kreasi’ (membuat perkara baru) itu hanya boleh dalam masalah dunia saja, bukan masalah agama, berdasarkan sabda Nabi Saw:

أَنْتُمْ أَعْلَمُ بِأَمْرِ دُنْيَاكُمْ

“…kalian lebih mengetahui urusan dunia kalian”. (HR. Muslim). ✔✔✔


DI ALQURAN AN-NAML 91, TUHAN ISLAM HANYA UNTUK NEGERI MEKKAH. APAKAH ITU BENAR?

Hehehe… itu tidak benar, An-Naml 91 itu hanya untuk memberikan peringatan di Mekkah saja sebab dahulunya di Mekkah sering terjadi pembunuhan dan jailiyah, sekarang Mekkah menjadi aman, tentram dan suci. Semua itu karena anugerah dan rahmat Allah.

Dan sesungguhnya Allah adalah penguasa dunia akhirat, sebab yang menciptakan bumi dan langit ini adalah Allah, bukan yang lain. Firman Allah Azza Wajalla:

اِنَّ رَبَّكُمُ اللّٰهُ الَّذِيْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ فِيْ سِتَّةِ اَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوٰى عَلَى الْعَرْشِۗ يُغْشِى الَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهٗ حَثِيْثًاۙ وَّالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُوْمَ مُسَخَّرٰتٍۢ بِاَمْرِهٖٓ ۙاَلَا لَهُ الْخَلْقُ وَالْاَمْرُۗ تَبٰرَكَ اللّٰهُ رَبُّ الْعٰلَمِيْنَ

“Sesungguhnya Tuhanmu adalah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas ʻArasy. Dia menutupkan malam pada siang yang mengikutinya dengan cepat. (Dia ciptakan) matahari, bulan dan bintang-bintang tunduk pada perintah-Nya. Ingatlah! Hanya milik-Nyalah segala penciptaan dan urusan. Mahaberlimpah anugerah Allah, Tuhan semesta alam. (QS. Al Araf: 54) ✔✔✔


SIAPA SAKSI KALAU NABI MUHAMMAD DAPAT WAHYU?

Kamu gak tahu ya, salah satu saksinya adalah Abu Bakar. Kisahnya panjang jika ditulis bersama hadistnya. Intinya nabi Muhammad pergi ke Madinah dikejar sama kafir qurais. Beliau masuk ke dalam gua tsur bersama sahabat Abu Bakar. Para algojo kafir qurais terus mencari perginya nabi Muhammad, di sana ada seorang penggembala, ditanyalah ia. “Mungkin saja mereka dalam gua itu, tapi saya tidak melihat ada orang yang menuju ke sana".

Abu Bakar berkeringat mendengar jawaban penggembala itu dan semakin berdetak kencang jantungnya ketika melihat pedang yang dibawa algojo tepat berada di mulut gua. Abu Bakar merapatkan diri kepada nabi dan Nabi Muhammad berbisik di telinganya: “Jangan bersedih hati, Allah bersama kita”.

Algojo yang sudah naik gunung tepat di mulut gua kemudian turun lagi. Kawannya berkata: “Kenapa kau tidak menjenguk ke dalam gua?”. Kawannya menjawab: “Ada sarang laba-laba di tempat itu, yang memang sudah ada sejak sebelum Muhammad lahir, aku juga melihat ada dua ekor burung dara hutan di lubang gua itu. Jadi aku mengetahui tak ada orang di sana”.

Para algojo pun yakin bahwa di dalam gua itu tidak ada orang sama sekali ketika ada cabang pohon yang menjulur di mulut gua. Jika ada orang yang akan masuk ke dalamnya, pastilah menghalau dahan-dahan dan sarang laba-laba itu. Pada akhirnya, para algojo tersebut pulang ke Makkah. Saat itu keimanan Abu Bakar bertambah kuat kepada Allah dan Rasul-Nya.

Dari situ turunlah wahyu pada nabi Muhammad yang di saksikan Abu Bakar. Yaitu QS. At-Taubah 40:

اِلَّا تَنْصُرُوْهُ فَقَدْ نَصَرَهُ اللّٰهُ اِذْ اَخْرَجَهُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا ثَانِيَ اثْنَيْنِ اِذْ هُمَا فِى الْغَارِ اِذْ يَقُوْلُ لِصَاحِبِهٖ لَا تَحْزَنْ اِنَّ اللّٰهَ مَعَنَاۚ فَاَنْزَلَ اللّٰهُ سَكِيْنَتَهٗ عَلَيْهِ وَاَيَّدَهٗ بِجُنُوْدٍ لَّمْ تَرَوْهَا وَجَعَلَ كَلِمَةَ الَّذِيْنَ كَفَرُوا السُّفْلٰىۗ وَكَلِمَةُ اللّٰهِ هِيَ الْعُلْيَاۗ وَاللّٰهُ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ

Jikalau kamu tidak menolong (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu dia berkata kepada temannya: "Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita". Maka Allah menurunkan keterangan-Nya kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya dan Al-Quran menjadikan orang-orang kafir Itulah yang rendah. Dan kalimat Allah itulah yang tinggi. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana". (Qs. At-Taubah: 40). ✔✔✔


SIAPA SAKSI NABI MUHAMMAD MENERIMA WAHYU PERTAMA DI GUA HIRA?

Hehehe itu pertanyaan konyol sih… Seperti halnya nabi Musa menerima wahyu pertama di gunung Horeb tidak ada satu pun saksi mata manusia saat nabi Musa di pegunungan itu. Nabi Musa juga ketakutan dan gemetaran ketika melihat cahaya api di semak berduri tapi tidak membakar semaknya.

Heh… kamu harus paham. Siapa orang yang menyaksikan nabi Muhammad menerima Al-Quran turun dari langit? Ketahuilah, bahwa Al Quran itu berupa suara (yang awalnya dari Allah di sampaikan ke malaikat Jibril) dan di suarakan ke nabi Muhammad sampai nabi sendiri ketakutan, bagaimana bisa dilihat? Jadi setelah turun berupa suara trus disampaikan ke para sahabat, kemudian ada yang menuliskan suara tersebut di pelepah kurma, batu-batuan, kulit kambing, dll. Nah itu baru alquran yang bisa dilihat.

Orang yang menyaksikan Al Quran turun dari langit (wahyu dari Alloh) adalah umat Islam. Orang Islam wajib memberi kesaksian (syahadat). Alat untuk jadi saksi tentang sesuatu hal bukan hanya penglihatan, pendengaran dan perasa, tetapi ilmu yang memastikan kebenaran wahyu itu juga saksi. Di persidangan pengadilan di dunia saksi ahli selalu di libatkan. Coba kamu kaji baik dari tata bahasa isi berita masa lalu dalam Al Quran, tentang gambaran pengatura sosial, ekonomi, moral, hukum tata negara dan lain sebagainya yang terbukti kebenarannya, dan semua itu disampaikan oleh seseorang yang tidak bisa baca tulis dan tidak terbantahkan sampai saat ini !!! ✔✔✔


-------------

Jika Anda tidak ada kesempatan untuk membacanya, kabarkan informasi ini kepada saudara, teman, sahabat atau para tetangga, barang kali informasi ini berguna untuk meraih kebahagiaan akhirat.