PERTANYAAN ORANG KAFIR DAN JAWABAN #2


Jika kita membuka facebook, forum dan blog di internet, biasanya selalu ada orang kafir yang menghina Islam atau bertanya sesuatu tentang Islam. Untuk itu kami merangkum sedikit jawaban apa yang mereka hinakan / tanyakan. Dan sebelumnya kami minta maaf tidak bisa menulis panjang lebar, sebab situasi dan kondisi kami juga bekerja. Untuk berbagai pertanyaan dan jawaban bisa baca di bawah ini:

APAKAH NABI MUHAMMAD MEMILIKI MUJIZAT?

Banyak sekali mu'jizat nabi Muhammad Saw, antara lain:
1). Membelah bulan dengan izin Allah
2). Melihat Isi Surga Neraka
3). Pelindung Tubuh dengan Petir
4). Air Mengalir dari Jari Nabi Muhammad SAW
5). Hanya Sedikit Makanan Namun Cukup untuk Banyak Orang
6). Mengenyangkan Banyak Orang dengan Satu Gelas Susu
7). Peristiwa Isra’ Mi’raj
8). Air Susu Melimpah
9). Dada Dibelah
10). Kitab Suci Al-Qur’an yang sempurna, tidak ada secuil kesalahan

Surat Al-Baqarah Ayat 23:

وَإِنْ كُنْتُمْ فِي رَيْبٍ مِمَّا نَزَّلْنَا عَلَىٰ عَبْدِنَا فَأْتُوا بِسُورَةٍ مِنْ مِثْلِهِ وَادْعُوا شُهَدَاءَكُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ

Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Quran yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Quran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.


UMAT ISLAM SELALU BILANG ALQUR'AN ADALAH ASLI. COBA TUNJUKKAN KEASLIANNYA?

ALQUR'AN TERBUKTI ASLI DAN ORANG KAFIR TIDAK SANGGUP MENANDINGI DAN MEMALSUKANNYA ✔✔✔

Sepanjang sejarah Islam, Al-Qur’an telah mengalami banyak serangan dari berbagai pihak yang memusuhi Islam. Namun demikian, AlQur’an masih tetap terjaga keasliannya hingga sekarang sebagaimana jaminan Allah SWT:

اِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَاِنَّا لَهٗ لَحٰفِظُوْنَ

"Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur'an, dan pasti Kami (pula) yang menjaganya". (QS AL Hijr: 9).

Dari pertama kali turunnya Al-Qur’an, Allah SWT telah menanamkannya dalam dada dan hafalan Rasulullah Saw, atas kehendak-Nya. Yang kemudian dihafalkan kembali oleh para sahabatnya tanpa ada yang terlewat dan keliru sedikitpun, baik kalimat maupun bacaannya. Mereka senantiasa menjaga hafalannya setiap hari sehingga benar-benar hafal, kuat tertanam di hati mereka. Kemudian para sahabat nabi mulai menulis Alqur'an di pelepah kurma, kulit binatang, tanah yang keras, batu dan lain-lain.

Dalam Kitab Al-Itqan fi 'Ulumil Qur'an karya Imam Jalaluddin al-Suyuthi, terdapat sejumlah riwayat yang menerangkan sahabat nabi yang menulis Al-Qur'an. Di antaranya, Ibnu Abi Dawud mengeluarkan riwayat dengan sanad yang shahih dari Muhammad bin Ka'ab al-Qardhi, ia mengatakan, "Telah menghimpun (menulis) Al-Qur'an pada masa Rasulullah Saw sebanyak lima orang dari Anshar, yaitu Mu'adz bin Jabal, Ubadah bin Shamit, Ubay bin Ka'ab, Abu Darda' dan Abu Ayyub al-Anshari".

Hingga datanglah suatu masa, di mana ketika para sahabat penghafal Al-Qur’an banyak yang gugur pada perang Yamamah, Al-Qur’an yang ada di pelepah kurma, kulit binatang, batu, dll disalin kembali ke dalam sebuah mushaf atas ijtihad Umar bin Khathab ra yang diajukan kepada khalifah Abu Bakar ra. Setelah itu, disalin kembali atas perintah Khalifah Utsman bin Affan ra untuk menyeragamkan seluruh dialek bacaan Al-Qur’an sehingga tersusunlah mushaf resmi yang dikenal dengan “Mushaf Utsmani” seperti yang kita gunakan sekarang ini. Isinya masih tetap otentik sampai sekarang, tidak ada pengubahan atau penambahan sedikit pun.

Abu Bakar ra memerintahkan kepada seluruh kaum muslimin untuk membawa naskah tulislah ayat Al-Qur’an yang mereka miliki ke Masjid Nabawi. Menurut Abu Bakar ra naskah yang diterima harus memenuhi dua syarat yaitu:

1). Harus sesuai dengan hafalan para sahabat.
2). Tulisan tersebut benar-benar adalah tulisan atas perintah dan ditulis dihadapan Nabi Saw. Untuk membuktikan kedua syarat tersebut harus mendatangkan dua orang saksi.

Untuk menjawab penolakan orang Quraisy terhadap Al-Qur’an sebagai wahyu Allah SWT, Al-Qur’an menantang mereka dengan tahapan-tahapan sebagai berikut:

Mendatangkan semisal Al-Qu’an. Firman Allah SWT:

قُلْ لَّىِٕنِ اجْتَمَعَتِ الْاِنْسُ وَالْجِنُّ عَلٰٓى اَنْ يَّأْتُوْا بِمِثْلِ هٰذَا الْقُرْاٰنِ لَا يَأْتُوْنَ بِمِثْلِهٖ وَلَوْ كَانَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ ظَهِيْرًا

Katakanlah, “Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa (dengan) Al-Qur'an ini, mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengannya, sekalipun mereka saling membantu satu sama lain" (Qs. Al Isra' : 88).

Jadi AlQur'an benar-benar terjaga dan sangat sempurna. Sehingga tidak ada yang mampu menandingi atau memalsukannya.


APAKAH NABI MUHAMMAD SUDAH PERNAH MELIHAT SURGA?

NABI MUHAMMAD SUDAH MELIHAT SURGA DAN NERAKA 🔥

Yang jelas, nabi Muhammad sudah melihat surga dan neraka. Sebab nabi Muhammad adalah utusan Allah yang sudah di buka hijab rahasia illahi dan risalah Alqur'an yang sempurna tidak ada secuilpun kesalahan. Maka penglihatan nabi Muhammad tentang surga dan neraka saat Isra' Mi'raj di beritahukan pada manusia lain yang beriman.

Nabi Muhammad menggambarkan surga dalam perjalanan mi’rajnya ini. Berikut kisah perjalanannya. Nabi Saw masuk ke Surga: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“ثُمَّ أُدْخِلْتُ الجَنَّةَ، فَإِذَا فِيهَا حَبَايِلُ [1] اللُّؤْلُؤِ وَإِذَا تُرَابُهَا المِسْكُ”

“Kemudian aku dimasukkan ke dalam surga, ternyata di dalamnya banyak kubah terbuat dari mutiara dan tanahnya dari minyak kesturi.” (HR. Al-Bukhari dalam Kitab ash-Shalah, 342).

Nabi Saw melihat Neraka. Nabi juga melihat orang yang di azab di dalam neraka. Dari Anas bin Malik, dari Rasulullah bahwa beliau bersabda,

لَمَّا عَرَجَ بِي رَبِّي مَرَرْتُ بِقَوْمٍ لَهُمْ أَظْفَارٌ مِنْ نُحَاسٍ، يَخْمِشُونَ وُجُوهَهُمْ وَصُدُورَهُمْ. فَقُلْتُ: مَنْ هَؤُلَاءِ يَا جِبْرِيلُ؟ قَالَ: هَؤُلَاءِ الَّذِينَ يَأْكُلُونَ لُحُومَ النَّاسِ، وَيَقَعُونَ فِي أَعْرَاضِهِمْ.

“Ketika aku dinaikkan ke langit (dimi’rajkan), aku melewati suatu kaum yang kuku mereka terbuat dari tembaga, kuku itu mereka gunakan untuk mencakar muka dan dada mereka. Aku lalu bertanya, “Wahai Jibril, siapa mereka itu?” Jibril menjawab, “Mereka itu adalah orang-orang yang memakan daging manusia (atau ghibah) dan merusak kehormatan mereka.” (Hadits Riwayat Ahmad no. 13340 dan Abu Daud no. 4878).

JADI NABI MUHAMMAD SUDAH MELIHAT ISI SURGA NERAKA DAN DI KABARKAN PADA SEMUA MANUSIA. KAMU BOLEH PERCAYA ATAU TIDAK, TAPI PESANKU... BERSIAP-SIAPLAH BAHWA KEMATIAN PASTI DATANG DAN HIDUP DI ALAM LAIN PASTI ADA ✔


TERNYATA ALQUR'AN SUDAH DI REVISI 3X, BERARTI ALQUR'AN TIDAK ASLI.

ALQUR'AN TIDAK PERNAH DI REVISI !!!
Adapun Quran pada edisi Kairo, itu bukan merupakan revisi. Adapun revisi menurut KBBI. re·vi·si / n peninjauan (pemeriksaan) kembali untuk perbaikan: sudah waktunya diadakan -- terhadap buku ini;

me·re·vi·si v memperbaiki; memperbarui: kami akan ~ buku ini agar menjadi lebih baik.

Jika pengertian revisi adalah seperti itu, maka jelas Alquran edisi Kairo bukan merupakan revisi. Sebab Alquran di semua qiraat terutama qiroat Hafs dari Ashim tidak pernah ada perbaikan dan perbaruan. Sebab qiroat Quran sejak zaman Nabi ,sahabat, hingga ke para imam qiraat ya bentuknya itu-itu saja dari dulu. Tidak pernah dirubah kata atau teksnya, apalagi kalimatnya. Nabi mengajarkan bermacam-macam qiraat, atau cara baca Quran.. yang shahih dari nabi adalah qiroat Sab'ah.

Hingga ke edisi Kairo , tidak ada pembaharuan atau perbaikan kata atau teks Alquran , apalagi kalimat Alquran.. semua teks dan kalimat Alquran ya dari dulu itu itu saja…dari rasm Usmani hingga cara pembacaannya ya itu itu saja tidak pernah diperbaiki dan di perbaharui. Yakni pembacaan qiroat qiroat sahih. Edisi Kairo hanya mengambil qiroat atau cara baca Quran dari hafs dari Ashim .. dan qiraat hafs sejak zaman Rasulullah hingga kini dia tidak pernah berubah dan diperbaharui…cara bacanya Ya itu-itu saja sejak dulu.. yakni cara baca yang biasa kita dengar sekarang.

Jadi keliru jika mengatakan Alquran direvisi.. Alquran tetap dari Rasm Usmani hingga cara bacanya ( qiroat) sama sejak zaman Rasulullah hingga kini. Edisi Kairo hanya mengambil dari qiroat hafs , sedangkan qiroah qiroat lain yang sohih tidak disembunyikan, tetap ada buku-bukunya dan dipelajari.. sebab cara baca qiroat shahih itu semua sah dari nabi dan diajarkan oleh Nabi.


APAKAH NABI MUHAMMAD MASUK SURGA?

NABI MUHAMMAD ITU ADALAH PEMBUKA PINTU SYURGA. ORANG KAFIR DI BUANG KE NERAKA 🔥

Pada saatnya tiba, Nabi Muhammad SAW akan mengetuk pintu surga dan bertemu dengan malaikat Ridwan. Ia diperintahkan oleh Allah SWT untuk membuka pintu surga bagi Rasulullah SAW. Berikut ini adalah hadis nabi yang menjelaskan hal ini:

آتِى بَابَ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَأَسْتَفْتِحُ فَيَقُولُ الْخَازِنُ: مَنْ أَنْتَ؟ فَأَقُولُ: مُحَمَّدٌ. فَيَقُولُ: بِكَ أُمِرْتُ لاَ أَفْتَحُ لِأَحَدٍ قَبْلَكَ

Artinya: Aku mendatangi pintu surga dan minta untuk dibukakan. Penjaga surga pun berkata, "siapa kamu?" aku menjawab, "Muhammad." Penjaga surga berkata, "aku telah diperintah membukanya untukmu, dan aku tidak boleh membukanya untuk orang lain sebelummu. (HR Muslim).


-------------

Jika Anda tidak ada kesempatan untuk membacanya, kabarkan informasi ini kepada saudara, teman, sahabat atau para tetangga, barang kali informasi ini berguna untuk meraih kebahagiaan akhirat.