PERTANYAAN ORANG KAFIR DAN JAWABAN #18
Jika kita membuka facebook, forum dan blog di internet, biasanya selalu ada orang kafir yang menghina Islam atau bertanya sesuatu tentang Islam. Untuk itu kami merangkum sedikit jawaban apa yang mereka hinakan / tanyakan. Dan sebelumnya kami minta maaf tidak bisa menulis panjang lebar, sebab situasi dan kondisi kami juga bekerja. Untuk berbagai pertanyaan dan jawaban bisa baca di bawah ini:
SIAPAKAH YANG JADI SAKSI NABI MUHAMMAD MENIKAH DENGAN ZAINAB?
KAMU JANGAN BINGUNG DAN MUTER-MUTER KAYAK BABI KEJEPIT FIR... PADAHAL SUDAH SANGAT JELAS, TINGGAL BUKA MOTO DAN PIKIRANMU FIR...
Nabi Muhammad Saw menikah dengan Zainab itu banyak yang menyaksikan, salah satunya adalah Anas bin Malik. Dalam Alqur’an surat Al Ahzab ayat 37 di kisahkan: Saat Zaid telah menceraikan Zainab dan tidak ada lagi rasa cinta kepada istrinya itu dan rasa sedih dengan perpisahannya, maka Allah menikahkan nabi Muhammd dengan Zainab, agar tidak ada lagi rasa berdosa atau kecanggungan untuk menikahi wanita yang dulunya adalah istri anak angkat. Dan ketetapan Allah pasti akan terlaksana, tidak ada yang dapat menolak ketetapan-Nya dan tidak ada yang dapat mengubah hukum-Nya. Pernikahan Zaid dengan Zainab telah terjadi tapi kemudian Zaid menceraikannya. Lalu Rasulullah menikahinya sesuai wahyu yang di berikan Allah agar nabi Muhammad Saw tidak meragukannya. Dan Allah menikahkan dan mejadi saksi mereka.
Allah menikahkan dan menjadi saksi pernikahan Zainab dan nabi Muhammad Saw melalui sahabat nabi yaitu Anas bin Malik menjadi saksi dan mengundang para sahabat lainnya untuk datang dalam pernikahan dan menikmati hidangan. Dalam pernikahan tersebut juga ada lamaran dan maskawin, bahkan lebih ramai daripada dengan istri-istri sebelumnya. Dalam hadist Hadits Muslim Nomor 2565 disebutkan:
قَالَ أَنَسٌ وَشَهِدْتُ وَلِيمَةَ زَيْنَبَ فَأَشْبَعَ النَّاسَ خُبْزًا وَلَحْمًا وَكَانَ يَبْعَثُنِي فَأَدْعُو النَّاسَ فَلَمَّا فَرَغَ قَامَ وَتَبِعْتُهُ فَتَخَلَّفَ رَجُلَانِ اسْتَأْنَسَ بِهِمَا الْحَدِيثُ لَمْ يَخْرُجَا فَجَعَلَ يَمُرُّ عَلَى نِسَائِهِ فَيُسَلِّمُ عَلَى كُلِّ وَاحِدَةٍ مِنْهُنَّ سَلَامٌ عَلَيْكُمْ كَيْفَ أَنْتُمْ يَا أَهْلَ الْبَيْتِ فَيَقُولُونَ بِخَيْرٍ يَا رَسُولَ اللَّهِ كَيْفَ وَجَدْتَ أَهْلَكَ فَيَقُولُ بِخَيْرٍ فَلَمَّا فَرَغَ رَجَعَ وَرَجَعْتُ مَعَهُ فَلَمَّا بَلَغَ الْبَابَ إِذَا هُوَ بِالرَّجُلَيْنِ قَدْ اسْتَأْنَسَ بِهِمَا الْحَدِيثُ فَلَمَّا رَأَيَاهُ قَدْ رَجَعَ قَامَا فَخَرَجَا فَوَاللَّهِ مَا أَدْرِي أَنَا أَخْبَرْتُهُ أَمْ أُنْزِلَ عَلَيْهِ الْوَحْيُ بِأَنَّهُمَا قَدْ خَرَجَا فَرَجَعَ وَرَجَعْتُ مَعَهُ فَلَمَّا وَضَعَ رِجْلَهُ فِي أُسْكُفَّةِ الْبَابِ أَرْخَى الْحِجَابَ بَيْنِي وَبَيْنَهُ وَأَنْزَلَ اللَّهُ تَعَالَى هَذِهِ الْآيَةَ { لَا تَدْخُلُوا بُيُوتَ النَّبِيِّ إِلَّا أَنْ يُؤْذَنَ لَكُمْ } الْآيَةَ
Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakar bin Abi Syaibah] telah menceritakan kepada kami ['Affan] telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Salamah] telah menceritakan kepada kami [Tsabit] dari [Anas] berkata; "Saya pernah menyaksikan pernikahan Zainab dan ia telah membuat semua manusia tamu undangan kenyang dengan roti dan daging. Beliau sendiri yang menyuruhku untuk mengundang semua manusia. Ketika acara telah usai, beliau berdiri dan saya mengikuti beliau, ternyata ada dua orang lelaki yang ketinggalan, keduanya tidak keluar karena masih berbincang-bincang. Kemudian beliau melewati rumah isteri-isteri beliau dan mengucapkan salam kepada masing-masing dari mereka, lalu beliau bertanya: "Bagaimana keadaan kalian wahai ahlul bait?" Mereka pun menjawab; "Kami baik-baik saja wahai Rasulullah." Beliau bertanya lagi: "Bagaimana keadaan keluarga kalian?" "Baik-baik saja, " jawab mereka. Ketika dirasa cukup, beliau pun pulang dan saya juga ikut pulang bersama beliau. Ketika sampai di depan pintu rumah, ternyata kedua orang lelaki itu masih berada di situ sedang berbincang-bincang. Ketika keduanya melihat beliau telah kembali, mereka berdua berdiri lalu keluar. Demi Allah saya tidak tahu apakah saya telah memberitahukannya kepada beliau atau beliau telah menerima wahyu, kalau keduanya telah keluar. Maka beliau segera pulang dan saya pulang bersama beliau. Ketika beliau hendak menginjakkan kaki beliau di satu sisi pintu, tertutuplah hijab antara saya dan beliau, lalu Allah menurunkan ayatnya pada beliau: "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah- rumah Nabi kecuali bila kamu diizinkan… (QS: Al Ahzab: 53)". [HR. Muslim]
SUDAH JELAS SEMUANYA DAN SEMOGA KAMU TIDAK BINGUNG LAGI. KALAU KAMU BINGUNG PASTI KARENA TUHANMU PALSU ATAU ABAL-ABAL. JANGAN TERTIPU PAULUS YANG MENYESATKAN KAUM KRISTOL. KALAU KAMU MASIH KAFIR MAKA TOLONG DI JAWAB KEKAFIRANMU INI...
● Mana Pengakuan Yesus Dalam Alkitab Bahwa Yesus Itu Beragama Kristen?
● Mana Ucapan Yesus Dalam Alkitab Yang Menyebut Dirinya Tuhan Dan Sembah lah Aku?
● Mana Perintah Yesus Dalam Alkitab Harus Beribadah Hari Minggu?
● Mana Dalil Dalam Alkitab Asal Percaya Kepada Yesus Sebagai Tuhan Akan Dijamin Masuk Surga?
● Mana Foto Asli Yesus Dan Siapa Yang Memotretnya?
● Mana Dalilnya Dalam Alkitab Bahwa Yesus Lahir 25 Desember Dan Perintah Merayakan Natal?
Nabi Muhammad Saw menikah dengan Zainab itu banyak yang menyaksikan, salah satunya adalah Anas bin Malik. Dalam Alqur’an surat Al Ahzab ayat 37 di kisahkan: Saat Zaid telah menceraikan Zainab dan tidak ada lagi rasa cinta kepada istrinya itu dan rasa sedih dengan perpisahannya, maka Allah menikahkan nabi Muhammd dengan Zainab, agar tidak ada lagi rasa berdosa atau kecanggungan untuk menikahi wanita yang dulunya adalah istri anak angkat. Dan ketetapan Allah pasti akan terlaksana, tidak ada yang dapat menolak ketetapan-Nya dan tidak ada yang dapat mengubah hukum-Nya. Pernikahan Zaid dengan Zainab telah terjadi tapi kemudian Zaid menceraikannya. Lalu Rasulullah menikahinya sesuai wahyu yang di berikan Allah agar nabi Muhammad Saw tidak meragukannya. Dan Allah menikahkan dan mejadi saksi mereka.
Allah menikahkan dan menjadi saksi pernikahan Zainab dan nabi Muhammad Saw melalui sahabat nabi yaitu Anas bin Malik menjadi saksi dan mengundang para sahabat lainnya untuk datang dalam pernikahan dan menikmati hidangan. Dalam pernikahan tersebut juga ada lamaran dan maskawin, bahkan lebih ramai daripada dengan istri-istri sebelumnya. Dalam hadist Hadits Muslim Nomor 2565 disebutkan:
قَالَ أَنَسٌ وَشَهِدْتُ وَلِيمَةَ زَيْنَبَ فَأَشْبَعَ النَّاسَ خُبْزًا وَلَحْمًا وَكَانَ يَبْعَثُنِي فَأَدْعُو النَّاسَ فَلَمَّا فَرَغَ قَامَ وَتَبِعْتُهُ فَتَخَلَّفَ رَجُلَانِ اسْتَأْنَسَ بِهِمَا الْحَدِيثُ لَمْ يَخْرُجَا فَجَعَلَ يَمُرُّ عَلَى نِسَائِهِ فَيُسَلِّمُ عَلَى كُلِّ وَاحِدَةٍ مِنْهُنَّ سَلَامٌ عَلَيْكُمْ كَيْفَ أَنْتُمْ يَا أَهْلَ الْبَيْتِ فَيَقُولُونَ بِخَيْرٍ يَا رَسُولَ اللَّهِ كَيْفَ وَجَدْتَ أَهْلَكَ فَيَقُولُ بِخَيْرٍ فَلَمَّا فَرَغَ رَجَعَ وَرَجَعْتُ مَعَهُ فَلَمَّا بَلَغَ الْبَابَ إِذَا هُوَ بِالرَّجُلَيْنِ قَدْ اسْتَأْنَسَ بِهِمَا الْحَدِيثُ فَلَمَّا رَأَيَاهُ قَدْ رَجَعَ قَامَا فَخَرَجَا فَوَاللَّهِ مَا أَدْرِي أَنَا أَخْبَرْتُهُ أَمْ أُنْزِلَ عَلَيْهِ الْوَحْيُ بِأَنَّهُمَا قَدْ خَرَجَا فَرَجَعَ وَرَجَعْتُ مَعَهُ فَلَمَّا وَضَعَ رِجْلَهُ فِي أُسْكُفَّةِ الْبَابِ أَرْخَى الْحِجَابَ بَيْنِي وَبَيْنَهُ وَأَنْزَلَ اللَّهُ تَعَالَى هَذِهِ الْآيَةَ { لَا تَدْخُلُوا بُيُوتَ النَّبِيِّ إِلَّا أَنْ يُؤْذَنَ لَكُمْ } الْآيَةَ
Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakar bin Abi Syaibah] telah menceritakan kepada kami ['Affan] telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Salamah] telah menceritakan kepada kami [Tsabit] dari [Anas] berkata; "Saya pernah menyaksikan pernikahan Zainab dan ia telah membuat semua manusia tamu undangan kenyang dengan roti dan daging. Beliau sendiri yang menyuruhku untuk mengundang semua manusia. Ketika acara telah usai, beliau berdiri dan saya mengikuti beliau, ternyata ada dua orang lelaki yang ketinggalan, keduanya tidak keluar karena masih berbincang-bincang. Kemudian beliau melewati rumah isteri-isteri beliau dan mengucapkan salam kepada masing-masing dari mereka, lalu beliau bertanya: "Bagaimana keadaan kalian wahai ahlul bait?" Mereka pun menjawab; "Kami baik-baik saja wahai Rasulullah." Beliau bertanya lagi: "Bagaimana keadaan keluarga kalian?" "Baik-baik saja, " jawab mereka. Ketika dirasa cukup, beliau pun pulang dan saya juga ikut pulang bersama beliau. Ketika sampai di depan pintu rumah, ternyata kedua orang lelaki itu masih berada di situ sedang berbincang-bincang. Ketika keduanya melihat beliau telah kembali, mereka berdua berdiri lalu keluar. Demi Allah saya tidak tahu apakah saya telah memberitahukannya kepada beliau atau beliau telah menerima wahyu, kalau keduanya telah keluar. Maka beliau segera pulang dan saya pulang bersama beliau. Ketika beliau hendak menginjakkan kaki beliau di satu sisi pintu, tertutuplah hijab antara saya dan beliau, lalu Allah menurunkan ayatnya pada beliau: "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah- rumah Nabi kecuali bila kamu diizinkan… (QS: Al Ahzab: 53)". [HR. Muslim]
SUDAH JELAS SEMUANYA DAN SEMOGA KAMU TIDAK BINGUNG LAGI. KALAU KAMU BINGUNG PASTI KARENA TUHANMU PALSU ATAU ABAL-ABAL. JANGAN TERTIPU PAULUS YANG MENYESATKAN KAUM KRISTOL. KALAU KAMU MASIH KAFIR MAKA TOLONG DI JAWAB KEKAFIRANMU INI...
● Mana Pengakuan Yesus Dalam Alkitab Bahwa Yesus Itu Beragama Kristen?
● Mana Ucapan Yesus Dalam Alkitab Yang Menyebut Dirinya Tuhan Dan Sembah lah Aku?
● Mana Perintah Yesus Dalam Alkitab Harus Beribadah Hari Minggu?
● Mana Dalil Dalam Alkitab Asal Percaya Kepada Yesus Sebagai Tuhan Akan Dijamin Masuk Surga?
● Mana Foto Asli Yesus Dan Siapa Yang Memotretnya?
● Mana Dalilnya Dalam Alkitab Bahwa Yesus Lahir 25 Desember Dan Perintah Merayakan Natal?
APAKAH NABI MUHAMMAD MENINGGAL KARENA DIRACUN?
Sebenarnya nabi Muhammad Saw mau mati di racun atau mati dalam keadaan sehat tidak menjadi masalah. Sebab nabi Muhammad adalah manusia biasa yang menjadi utusan Allah. Dan sebelumnya pun sudah banyak nabi-nabi utusan Allah yang di bunuh oleh orang kafir di jamannya. Apakah Allah tidak menolongnya? Allah tetap menolong, tapi semua manusia punya jatah umur masing-masing dan matinya juga tidak tahu karena apa.
Untuk nabi Muhammad sendiri juga pernah disihir dan diberi keselamatan oleh Allah. Juga pernah di racun oleh wanita yahud. Dalam sebuah hadist disebutkan saat nabi Muhammad Saw menerima jamuan seorang perempuan Yahudi, makan paha kambing. Termasuk juga sahabat memakan hidangan tersebut tak lama kemudian meninggal dunia.
“Kalau kamu Nabi, maka kamu pasti tidak akan terkena racun itu, tetapi kalau kamu raja maka saya telah membuat istirahat masyarakat (dengan kematianmu),” begitu jawaban wanita yahudi itu ketika ditanya Nabi mengapa ia meracuni Nabi. (Sulwah al-Katsib, Ibn Nashiruddin ad-Dimasyqi, h. 11, MS).
Dan akhirnya nabi Muhammad Saw tidak mati setelah makan paha kambing yang sudah di beri racun. Karena meninggalnya nabi Muhammad setelah bertahun-tahun setelah kejadian tersebut. Jadi sudah jelas bahwa nabi Muhammad meninggal tidak kena racun.
Untuk nabi Muhammad sendiri juga pernah disihir dan diberi keselamatan oleh Allah. Juga pernah di racun oleh wanita yahud. Dalam sebuah hadist disebutkan saat nabi Muhammad Saw menerima jamuan seorang perempuan Yahudi, makan paha kambing. Termasuk juga sahabat memakan hidangan tersebut tak lama kemudian meninggal dunia.
“Kalau kamu Nabi, maka kamu pasti tidak akan terkena racun itu, tetapi kalau kamu raja maka saya telah membuat istirahat masyarakat (dengan kematianmu),” begitu jawaban wanita yahudi itu ketika ditanya Nabi mengapa ia meracuni Nabi. (Sulwah al-Katsib, Ibn Nashiruddin ad-Dimasyqi, h. 11, MS).
Dan akhirnya nabi Muhammad Saw tidak mati setelah makan paha kambing yang sudah di beri racun. Karena meninggalnya nabi Muhammad setelah bertahun-tahun setelah kejadian tersebut. Jadi sudah jelas bahwa nabi Muhammad meninggal tidak kena racun.
-------------
Jika Anda tidak ada kesempatan untuk membacanya, kabarkan informasi ini kepada saudara, teman, sahabat atau para tetangga, barang kali informasi ini berguna untuk meraih kebahagiaan akhirat.